Ibu, mengapa
kita tak pernah sama ?
Mengapa kita
jauh berbeda ?
Tak seperti
teman-teman perempuanku lainnya
Aku ingin
bercerita banyak padamu Bu
Tentang
teman-temanku
Pelajaran yang
sulit kupahami
Tentang
problematika remajaku
Tentang seorang
laki-laki yang tengah dekat denganku
Seperti mereka
Ya, mereka
Mengapa kita
terlalu berbeda, Ibu ?
Aku sangat iri
ketika melihat temanku sekedar berkirim pesan dengan ibunya
Apalagi ketika
mereka dalam masalah dan mengatakan merindukan ibunya
Ibu..
Aku ini seorang
puterimu
Seseorang yang
selalu kau harapkan tumbuh sempurna
Tapi Ibu,
mengapa sempurnamu dan sempurnaku itu
jauh berbeda ?
Ibu..
Aku tak
bermaksud menyalahkanmu
Sama sekali
tidak
Tapi Ibu,
bukankah ibu yang seharusnya menjadikanku sempurna ?
Menemaniku
tumbuh dan mendidikku menjadi seperti yang Ibu mau
Bukankah Ibu
sendiri yang seharusnya menulis kisah yang Ibu inginkan ?
Aku tak tau apa
itu sempurna dimatamu Ibu
Ibu..
Aku tahu peluhmu
yang bercucuran itu untuk menyuapiku nasi
Aku tahu kulitmu
yang legam itu untuk mengantarkanku sekolah
Tapi Ibu, kisah
yang Ibu harapkan itu hanya bisa ditulis olehmu
Tak ada
pelajaran di sekolah yang mengajariku menjadi sempurna seperti yang egkau
harapkan Ibu
Semua yang Ibu
inginkan dariku adalah yang Ibu miliki
Talenta untuk
mendidikku menjadi sempurna seperti yang Ibu harapkan
Ibu.. aku harus
bagaimana ?
Aku tak mungkin
memulai dari nol lagi
Aku takkan bisa
kembali menjadi bayi kecilmu lagi
Sekolah telah
mengajariku berpikir cerdas
Orang-orang
disekelilingku juga mengajariku melihat dari berbagai arah
Pun televisi
mengajariku banyak hal yang tak pernah kutahu
Aku harus
bagaimana Ibu ?
Aku ingin
menjadi sempurna untuk Ibu dan diriku sendiri
Aku ingin Bu..
sungguh
Tapi sempurnamu
itu terbias di cakrawala
Aku yang
menciptakan sempurnaku terlampau silau melihatnya
Ibu..
Harusnya engkau
adalah orang nomer satu dalam hidupku
Tapi Ibu, aku
jatuh hati pada hangatnya pelukan Bapak
Aku telah
melebur dalam wibawa tangannya
Aku terhanyut
dalam lembut tuturnya
Dia yang tak
terlihat tapi selalu menjagaku
Dia yang tak
terdengar tapi selalu mendukungku
Dia yang banyak
kekurangan tapi menopangku saat kekecewaan membuatmu tanpa sadar
menghempaskanku
Aku jatuh cinta
pada peristiwa sederhana bersamanya
Dimana aku tak harus
menjadi sempurna dimatanya
Namun dia selalu
tersenyum dan menatapku dengan bangga
Maafkan aku
telah menduakan cintamu Ibu
Maafkan aku..
16 Januari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar