Malam
ini selepas Maghrib kupacu motorku menuju suatu tempat yang menjual nasi
goreng. Ditengah perjalananku aku berhebti didepan sebuah palang kereta api. Ini
pertama kalinya aku berhenti mengendarai didepan palang kereta api selama aku
tinggal di Solo. Aku menyaksikan kereta api melintas dihadapanku. Suara sirene
pintu palang, klakson, dan roda-roda kereta api terdengar sangat jelas dan
dekat, tak seperti yang biasa kudengar ditengah malam ketika aku terbangun
diatas ranjang hangatku. Hal yang selalu mengingatkanku kepada seorang
laki-laki yang pernah meneleponku dari dalam sebuah kereta.
Aku memiliki
harapan suatu saat nanti aku akan bepergian menaiki sebuah kereta. Harapan sederhana
yang belum pernah kulakukan walaupun usiaku hampir genap sembilan belas tahun. Sebuah
harapan yang bagi orang lain hanyalah hal biasa, tapi bagiku suatu hal yang
berharga. Namun entah suatu hari nanti saat aku memutuskan untuk pergi, aku
ragu apakah tempat tujuanku masih sama seperti dahulu. Saat seorang laki-laki
yang berhasil membuatku jatuh cinta pergi menimba ilmu menuju sebuah kota dan
menghilang begitu saja.
Solo, 4 Maret 2015
Meita Kumalayanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar