Kamis, 05 Maret 2015

Palang Kereta


Malam ini selepas Maghrib kupacu motorku menuju suatu tempat yang menjual nasi goreng. Ditengah perjalananku aku berhebti didepan sebuah palang kereta api. Ini pertama kalinya aku berhenti mengendarai didepan palang kereta api selama aku tinggal di Solo. Aku menyaksikan kereta api melintas dihadapanku. Suara sirene pintu palang, klakson, dan roda-roda kereta api terdengar sangat jelas dan dekat, tak seperti yang biasa kudengar ditengah malam ketika aku terbangun diatas ranjang hangatku. Hal yang selalu mengingatkanku kepada seorang laki-laki yang pernah meneleponku dari dalam sebuah kereta.
Aku memiliki harapan suatu saat nanti aku akan bepergian menaiki sebuah kereta. Harapan sederhana yang belum pernah kulakukan walaupun usiaku hampir genap sembilan belas tahun. Sebuah harapan yang bagi orang lain hanyalah hal biasa, tapi bagiku suatu hal yang berharga. Namun entah suatu hari nanti saat aku memutuskan untuk pergi, aku ragu apakah tempat tujuanku masih sama seperti dahulu. Saat seorang laki-laki yang berhasil membuatku jatuh cinta pergi menimba ilmu menuju sebuah kota dan menghilang begitu saja.


Solo, 4 Maret 2015
Meita Kumalayanti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar