Senin, 25 Juli 2016


Dibalik Hutan Bedengan




Namanya Hutan Bedengan. Hutan ini terletak di Desa Genilangit Kecamatan Poncol, lereng Gunung Lawu bagian selatan. Pertama kali aku datang ke tempat ini pada 30 April 2011. Kala itu malam hari, dan hujan deras mengguyur Desa Genilangit sehingga membatalkan rencanaku & rombongan untuk mendaki Gunung Kendil.
Awalnya tanah ini adalah tempat pembibitan pohon mahoni yang dikelola perhutani. Seiring berjalannya waktu karena beberapa hal hak pengelolaan tanah diberikan kepada pihak desa yang kemudian mengubah tempat pembibitan menjadi kebun stroberi. Hal ini tidak berlangsung lama karena biaya perawatan dan hasil yang diperoleh tidak sepadan, sehingga tempat ini kembali dikosongkan dan tidak dirawat.
Dikelilingi oleh punggung pegunungan yang menawan memang sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan. Saat ini dengan bantuan langsung dari Kementerian Pariwisata, Bedengan sedang dalam proses pembangunan menjadi Taman Wisata Air & Outbond.
Tak jauh dari tanah pembibitan memang terdapat hamparan tanah bidang yang cukup luas. Lokasinya sedikit tersembunyi dibatasi pagar duri yang tertutup semak belukar nan tajam. Jajaran pohon pinus yang kokoh menjulang juga menambah nuansa hutan yang kental sehingga tempat ini menjadi tempat favorit beberapa organisasi pecinta alam dari Magetan, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo untuk melaksanakan kaderisasi. Diluar itu semua hutan ini juga merupakan tempat favoritku untuk menyendiri.
Aliran mata air yang cukup deras dan kicauan burung adalah suara yang akan didengar ketika mulai memasuki kawasan hutan ini. Kupu-kupu yang cantik juga akan menyambut di musim saat bunga-bunga bersemi. Pohon kopi, stroberi hutan, dan pakis yang sudah berdiri puluhan bahkan mungkin ratusan tahun menjadi kawan yang menemani berdiri. Dan tak lupa pemandangan Puncak Dalang, Kukusan, dan Jobolarangan yang selalu membuat ingin kembali datang.
Terdengar sangat tenang dan damai bukan ???
Harapku ini tidak menjadi sebuah cerita bahkan legenda mengingat pohon-pohon kopi dan sroberi hutan yang habis dibabat bersama pakis-pakis itu. Juga semak belukar yang dipaksa muksa dari tempatnya.
Harapku hutan itu tetap dan selalu menjadi rumah bagi burung-burung, ayam alas, rusa, harimau, dan mereka yang pernah hidup disana. Rumah yang sejuk, asri, damai, dan menenangkan. Begitu pula untukku.


Semarang, 25 Juli 2016
Meita Kumalayanti




#SEASOLDIER.190

1 komentar:

  1. You're such an amazing woman, really, you're so perfect with all of your courage, flexibility, and friendly.. Just one more, AWESOME ��

    BalasHapus